Logo

KONSULTASI

kirim konsultasi | arsip konsultasi

Tips Melaksanakan Microteaching


Saya baru saja diangkat oleh manajemen sekolah sebagai salah satu tim HRD. Salah satu tugas saya adalah melakukan proses rekrutmen guru.

Mohon saran bagaimana menyelenggarakan program microteaching agar dapat diperoleh guru/pegawai yang kompeten dan komitmen.

Terima kasih

Agung Prasojo (Pria, 28 tahun) di Bantul, Yogyakarta



Jawaban :

Saudara Agung yang hebat, sebelumnya kami ucapkan selamat atas prestasi Anda menempati salah satu posisi yang cukup penting dalam sebuah organisasi. Sumber daya manusia (SDM) merupakan ujung tombak dari kualitas organisasi, dalam hal ini adalah sekolah Anda, artinya peran Anda sangat vital menentukan kualitas sekolah.


Dalam melakukan rekrutmen guru/pegawai sekolah ada beberapa tahap yang hendaknya dilalui. Yang paling utama sebenarnya adalah komitmen, karena poin ini merupakan asas dari setiap orang menjalankan tugas-tugasnya kelak. Sayangnya banyak organisasi yang menempatkan tes komitmen dalam tahap akhir dari proses seleksi pegawai. Sebagai akibatnya adalah pemborosan waktu dan biaya.


Salah satu bentuk tes komitmen adalah wawancara. Dalam kegiatan wawancara, penguji menyampaikan kondisi `pahit` dari organisasi. Perhatikan respon dari calon guru. Masih ada bentuk lain tes komitmen yang sering digunakan oleh sebuah perusahaan seperti mengubah jadwal atau tempat tes wawancara.


Setelah lulus tes komitmen, calon guru dapat mengikuti tes berikutnya yang berupa academic test seperti : general English test dan lesson test. Tes ini bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah Anda, misalnya perlu diketahui kompetensi agama maka calon guru dapat diberikan tes tentang kompetensi agama. J


ika lulus academic test, calon guru akan menjalani tes microteaching. Sebelum kegiatan microteaching, calon guru diminta untuk melihat proses pembelajaran oleh penguji yang telah didesain membosankan, siswanya kurang kondusif dan hal-hal yang kurang baik lainnya.


Selanjutnya berilah waktu sedikit dari calon guru untuk mendesain lesson plan/RPP sesuai dengan mata pelajaran dan kelas yang diberitahu oleh tim penguji. Anda dapat melihat, seberapa hebat calon guru yang akan Anda rekrut tersebut.


Jika lulus microteaching, maka tahap fast training, dengan memberikan masukan serta pelatihan singkat dari microteaching sebelumnya dan kemudian laksanakan microteaching tahap ke-2.


Tidak boleh dilupakan dalam rekrutmen guru adalah aspek kestabilan emosi dan kepribadian yang dapat diperoleh dengan psikotes. Teknik lain untuk mengetahui kepribadian adalah melalui akun jejaring sosial yang dimilikinya seperti Facebook, Twitter, dsb.


Untuk menjadi sebuah sekolah super, perlu guru-guru super. Guru-guru super diperoleh dengan sistem seleksi yang baik dan kemudian diberikan improvement/peningkatan kompetensi.


Kami ucapkan selamat bekerja, sukses selalu untuk mendapatkan guru-guru hebat bagi siswa-siswa hebat Anda.

Konsultasi Terbaru

  • Menghadapi Komplain Orang Tua (Manajemen Kelas / Kewalikelasan)
  • Menghadapi Hari Pertama Mengajar (Kegiatan Belajar Mengajar (KBM))
  • Tips Melaksanakan Microteaching (Manajemen Sumber Daya Manusia)

  • Komentar via Facebook

    0 Komentar dari Website:

    ISI KOMENTAR :

    Berikan komentar Anda pada konsultasi Tips Melaksanakan Microteaching dengan mengisi borang berikut :




    Masukkan 6 kode di atas!*