Logo

Artikel | arsip artikel

3 Tips Memberi Masukan pada Karya Anak




Siapa yang tidak tahu tentang Pixar? Studio film animasi ini bisa menyabet 15 piala Academy Awards melalui judul-judul fantastisnya – mungkin yang paling terkenal, serial Toy Story. Hampir semua karya Pixar bahkan meraih keuntungan besar, dan ini semua tak lepas dari jerih payah mereka dalam berkarya.

 Menariknya, sang pendiri Pixar, Ed Catmull, justru mengaku dalam bukunya yang berjudul Creativity, Inc., bahwa pada mulanya, semua ide film Pixar jelek. Yang perlu dilakukan oleh timnya adalah menghabiskan waktu bersama untuk mengubah ide tersebut menjadi indah. Tak hanya perkara bakat saja, namun proses kreatif ini membutuhkan satu tahapan yang disebut umpan balik atau masukan (feedback).

 Jika di tempat-tempat lain umpan balik sekadar disampaikan, Pixar justru menjadikannya sebuah aktivitas wajib. Itu semua mengubah ide yang tadinya jelek menjadi indah dinikmati melalui mata dan telinga kita.

 

Namun nasib umpan balik seringkali begitu, bahkan di dunia pendidikan. Berbeda dengan Pixar, persekolahan seringkali memberikan umpan balik atau evaluasi hanya untuk mengukur kemampuan anak, bukan dengan tujuan mengiringi peningkatan kemampuan mereka. Paling-paling, kalau misalnya anak diminta melakukan perbaikan (misalnya saja, mengambil remedial), yang penting di atas nilai standar.

 Di titik itu fungsi umpan balik berubah dari produktif menjadi tidak produktif: karena yang ditegaskan adalah “yang penting lulus”. Tentu saja, hal ini tak lepas dari tantangan belajar yang didapat anak: apakah anak ditantang menciptakan karya yang kompleks, atau sekadar memilih satu dari empat opsi jawaban?

 Sejatinya, umpan balik berfungsi agar anak terdorong untuk meningkatkan pemahaman belajar dan kualitas karyanya. Namun, seringkali yang terjadi justru sebaliknya: anak berhenti belajar karena ‘terhukum’ oleh umpan balik yang diberikan oleh orang dewasa. Lalu bagaimana cara memberikan umpan balik yang efektif saat anak berkarya? Inilah tiga hal yang Pixar kejar dalam proses umpan balik di setiap pembuatan film animasi mereka.

 

Catatan ini bisa menjadi tips bagi wali kelas yang hendak memberikan hasil evaluasi belajar (Raport) kepada orang tua siswa ataupun bagi orang tua yang akan menyampaikan hasil belajar kepada sang buah hati.

Pertama, sampaikan umpan balik dengan jujur sekaligus berempati. Dalam mengubah ide jelek menjadi indah, dibutuhkan masukan yang sesungguhnya: bukan menilai pribadi si anak, namun juga tidak bermanis-manis di mulut. Tunjukkan kepercayaan Ayah Ibu sebagai orangtua yang memandu proses anak berkarya, bahwa anak mampu memperbaiki dan meningkatkan hasil belajarnya. Juga, saat memberi masukan, bayangkan karya atau hasil belajar anak sebagai hasil belajar Ayah Ibu sendiri.

Kedua, pandu anak mencerna umpan balik. Dalam banyak kasus, anak mendapat banyak komentar atas karyanya dari beragam orang – termasuk orang-orang yang tidak berpikir panjang saat memberikan masukan. Pula, kita sendiri sebagai orangtua bisa jadi kesulitan memberikan masukan karena awam dengan bidang bakat yang anak tekuni. Pixar sendiri memiliki kelompok “Braintrust” yang bertanggung jawab memberikan masukan atas proses pengembangan film, yang berisikan orang-orang yang memang kompeten di bidangnya. Oleh sebab itu, ajak guru atau pelatih untuk mendiskusikan perkembangan bakat dan hasil belajar anak, termasuk dalam proses pemberian umpan balik. Juga, berikan pengertian pada anak bahwa tidak semua pendapat harus dimasukkan dalam hati.

Ketiga, selalu ingat bahwa tujuan utama memberi masukan pada hasil belajar dan karya anak adalah agar anak terdorong untuk terus belajar, bukannya malah berhenti belajar. Namun, beri pengertian juga kepada anak bahwa tidak semua ide bisa matang dengan sempurna – dan ini pun terjadi di Pixar. Banyak ide film yang akhirnya tidak dieksekusi, entah karena sudah ada film lain yang mirip dengannya, maupun alasan-alasan lainnya. Anak bisa gagal dalam berkarya – tugas orangtua adalah membesarkan hatinya, dan memberi semangat anak untuk mengembangkan ide-ide lain dalam karyanya selanjutnya.

 Sumber : http://temantakita.com/pixar-memberi-masukan-karya-anak/





Artikel terkait :

  • Nilai Rapor Anak Jelek? Ini yang Harus Dilakukan
  • Kenali Tanda Anak Mengalami Kekerasan atau Penelantaran
  • [Tweet] UN? Nggak Usah Lebay, Dia Gagal Mengukur Kecerdasan
  • Model Sekolah-Kursus : Sekolah yang Benar-benar Mendidik
  • Tak Lulus SMA, Raih Cum Laude Fakultas Hukum UI

  • Komentar dari Facebook


    2 Komentar dari Website:
    27 Mei 2016 - 14:11:47 WIB
    Erial Aspari berkomentar :
    terima kasih atas informasinya

    27 Februari 2016 - 22:26:52 WIB
    nusa bali tour berkomentar :
    tips yg bermanfaat, thanks


    Berikan komentar Anda pada artikel 3 Tips Memberi Masukan pada Karya Anak dengan mengisi borang berikut :




    Masukkan 6 kode di atas!*